Resmikan Kampung Ramah Penyandang Disabilitas, Pupuk Kaltim Wujudkan SDM Unggul Indonesia Maju

18 Agustus 2019

Kembangkan pemberdayaan penyandang disabilitas, Pupuk Kaltim resmikan Kampung Aren Berdaya Ramah Disabilitas, pengembangan program Inkubator Bisnis (Inbis) Permata Bunda, dihadiri Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Karliansyah pada 18 Agustus 2019.

 

Kampung Aren di wilayah Kelurahan Api-Api Bontang Utara merupakan kawasan inovasi sosial Inbis Permata Bunda, yang berisi 10 program pemberdayaan dengan melibatkan masyarakat, diantaranya Gate Entrance, Early Warning dan Emergency System sebagi mitigasi bencana banjir, Aren Farm (Pusat Interaksi Warga), Rumah Bibit, Komposter dan Bank Sampah. Selanjutnya Mushola Ramah Disabilitas, Main Road Spot, Pusat Wirausaha Warga, Pusat Ujicoba Sumur Resapan, Inbis Permata Bunda serta Spot Foto (Jembatan, tanaman tematik dan sebagainya).

 

Program itu terbentuk dari kesadaran Inbis Permata Bunda yang dibina Pupuk Kaltim untuk dapat berperan aktif dan konkret dalam pemberdayaan lingkungan sekitar, melalui peran disabilitas yang dimulai pada akhir 2018. Perlahan kesadaran masyarakat tumbuh untuk memulihkan kondisi sosial, lingkungan dan ekonomi. Pupuk Kaltim melalui Inbis Permata Bunda bersama warga bersepakat mendeklarasikan sebuah kampung yang bercita-cita untuk berdaya secara sosial, lingkungan dan ekonomi. “Yang utama adalah memberikan tempat dan akses terbaik bagi para penyandang disabilitas,” kata Karliansyah, sesaat setelah peresmian.

 

Karliansyah mengapresiasi apa yang dilakukan Pupuk Kaltim melalui Inbis Permata Bunda, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja bagi penyandang disabilitas. Kata dia, menurut data Badan Pusat Statistik ada 24 juta penyandang disabilitas di Indonesia, 11 juta diantaranya masuk dalam usia kerja produktif, sedangkan 10 juta sudah bekerja. “Format yang digunakan saat ini sangat luar biasa, ini langkah dunia akhirat,” lanjut Karliansyah. Diakui Kariliansyah, baru kali ini dirinya melihat bantuan diberikan secara total dan terintegrasi. Bahkan tidak menduga bahwa program yang diresmikan begitu lengkap di Kampung Aren Berdaya Ramah Disabilitas. “Saya tidak menduga, saya kira sama saja dengan tempat lain, ini sudah mengarah pada bisnis 4.0,” ucap dia.

 

Satu hal yang luar biasa, penyandang disabilitas juga diajarkan untuk salat dan mengaji, bahkan dengan sistem digital. Sebab musholla ramah disabilitas yang tengah dalam pembangunan bakal memberikan akses dan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk beribadah bersama masyarakat umum, dilengkapi fasilitas ramah disabilitas, seperti tempat wuhdu, kursi roda bersih dan kotor, layar televisi yang dilengkapi dengan aplikasi speech to text, sehingga mereka yang tuli dapat mengetahui isi ceramah dan bacaan solat. Mereka juga diberi kesempatan menjadi muadzin dan takmir masjid. Musholla juga menjadi pusat pendidikan Al-Qur’an ramah disabilitas. “Baru pertama kali saya lihat di sini. Pemerintah pusat dan daerah sangat berterima kasih,” terangnya.

 

Dalam kesempatan itu, dia juga menyinggung keberhasilan Pupuk Kaltim yang sudah dua kali meraih Proper Nasional peringkat Emas. Artinya Perusahaan sudah bagus secara internal dan harus menularkan ke lingkungan sekitar. “Salah satu bentuknya adalah berdayakan masyarakat setempat. Apa yang dilakukan Pupuk Kaltim ini senada dengan tema HUT ke-74 Indonesia, SDM unggul Indonesia Maju,” pungkasnya.

 

Sementara Direktur Produksi Pupuk Kaltim Bagya Sugihartana menuturkan, Pupuk Kaltim harus tanggap terhadap lingkungan Perusahaan. Tidak hanya secara internal, di luar pun harus peka. “Karena tugas Perusahaan tidak semata-mata mencari profit,” katanya, didampingi Direktur Komersil Gatoet Gembiro Noegroho dan Sekretaris Perusahaan Budi Wahju Soesilo. Menurut Bagya, bantuan yang diberikan Pupuk Kaltim kali ini sangat special karena menyasar penyandang disabilitas. “Sudah sejak 2016 bantuan diberikan ke Inbis Permata Bunda. Sekarang sudah tampak kemajuannya, mereka sudah bisa bersaing,” tuturnya.

 

Di tempat yang sama, Plt. Sekretaris Kota Bontang Agus Amir, mengapresiasi langkah Pupuk Kaltim memberdayakan Kampung Aren sebagai kawasan ramah disabilitas. Dirinya menyebut program ini merupakan bagian kecil yang dilakukan Pupuk Kaltim bersama Pemerintah dalam mendorong pemberdayaan masyarakat yang dirangkum melalui sejumlah program. “Selama ini Pemerintah lakukan pendampingan dari awal sampai akhir,” kata Agus Amir. (*/vo/nav)


Download:

    Tingkatkan Kompetensi, Pupuk Kaltim Dorong Penguatan Kelembagaan Koperasi Binaan

    NEXT PAGE
    Grand Platinum

    SNI GRAND
    PLATINUM

    PROPER
    EMAS

    INDUSTRI
    HIJAU LV.5