You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.
Konservasi dan Diversifikasi Mangrove dan Budidaya Kepiting (Server Mang Budi)


Konservasi dan Diversifikasi Mangrove dan Budidaya Kepiting (Server Mang Budi)

Pupuk Kaltim merupakan perusahaan yang berkomitmen untuk mengimplementasikan SDGs dalam setiap proses bisnis. Bentuk komitmen tersebut juga direalisasikan dalam berbagai kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan lingkungan hidup dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar perusahaan. Salah satu kegiatan untuk melestarikan lingkungan hidup di sekitar perusahaan adalah konservasi Mangrove. Bersamaan dengan hal tersebut, kegiatan konservasi Mangrove dilakukan melalui program pemberdayaan masyarkaat, yaitu program Server Mang Budi (Konservasi & Diversifikasi Mangrove dan Budidaya Kepiting).   

Server Mang Budi merupakan program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan CSR Pupuk Kaltim di area bufferzone perusahaan, yaitu di RT 18 Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang. Program ini dikelola oleh kelompok Telok Bangko dengan 16 anggota yang terdiri dari 9 perempuan dan 7 laki-laki dimana mayoritas berada diusia tua. Bentuk kegiatan dalam program ini berupa pelatihan pembibitan, penanaman, dan perawatan Mangrove. Selain itu, kelompok akan diberikan pendampingan untuk mengelola area mangrove menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Bontang.

Pada tahun 2020 berbagai kegiatan dilakukan dalam program ini, dari peningkatan kapasitas kelompok, pengembangan infrastruktur, dan juga kegiatan pelestarian mangrove. Selain berbagai kegiatan tersebut, adanya pandemi Covid-19 juga menjadi salah satu tantangan proses berjalannya program. Dalam menanggapi kondisi tersebut, beberapa kegiatan ditambahkan atau digantikan dengan kegiatan baru yang bisa dilakukan di tengah kondisi pandemi atau disebut kegiatan rasionalisasi Covid-19.  

Adapun kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas kelompok Telok Bangko meliputi pelatihan penghitungan HPP mangrove dan produk serta pendampingan kelompok dalam melakukan pembibitan hingga diversifikasi produk. Pelatihan penghitungan HPP Mangrove dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada kelompok dalam menentukan harga produk bibit mangrove secara tepat. Hal tersebut juga diiringi dengan kegiatan pelatihan pembibitan mangrove. Pelatihan pembibitan mangrove didampingi oleh tenaga ahli karena untuk melakukan pembibitan perlu adanya teknik khusus dari proses pencarian bibit mangrove, pembuatan media mangrove, pembibitan mangrove dalam polybag, perawatan bibit, hingga penanaman bibit mangrove di area yang ditentukan. 

Selain kegiatan peningkatan kapasitas kelompok, dilakukan beberapa pengembangan infrastruktur pendukung pariwisata mangrove di area Telok Bangko. Beberapa infrastruktur yang dibangun meliputi gapura depan untuk penanda masuk area mangrove, pembangunan track jalan di sepanjang area mangrove Telok Bangko, hingga pembuatan Gazebo serta toilet untuk mendukung fasilitas bagi pengunjung. Selain itu, untuk menambah daya tarik wisata, dilakukan pembangunan area Photo booth di ujung track.

Dalam hal pelestarian mangrove, pada tahun 2020, telah dilakukan penanaman bibit mangrove sejumlah 44.657 bibit. Adapun beberapa jenis bibit mangrove yang ditanam meliputi jenis Rhizopora Apiculata, Rhizopora Mucronata, dan Ceriops Tagal. Dalam kegiatan ini, kelompok secara mandiri melakukan proses pencarian bibit, pembibitan di polybag, hingga penanaman bibit di area konservasi mangrove Pupuk Kaltim. Untuk mengoptimalkan kebarhasilan penanaman bibit yang dilakukan, kelompok melakukan perawatan bibit mangrove secara rutin. Hal tersebut dikarenakan adanya kemungkinan bibit yang mati karena terserang penyakit, tersangkut baling-baling kapal, hingga terjerat sampah. Untuk menangani kondisi tersebut bibit yang mati digantikan dengan bibit baru. 

Adanya pandemi Covid-19 yang dirasakan di seluruh dunia tak terkecuali Kota Bontang tentu menjadi tantangan keberlanjutan program. Pembatasan aktifitas dan penerapan protocol kesehatan yang ketat menjadi poin yang harus selalu diingat. Kondisi tersebut memang tidak secara langsung mempengaruhi kegiatan budidaya mangrove, namun tentu ada hal-hal tertentu yang harus diperhatikan. Dalam menanggapi kondisi tersebut dilakukan kegiatan pengadaan sembako, jamu dan suplemen guna meningkatkan daya tahan tubuh anggota kelompok, penutupan pengunjung, hingga pelaksanaan protokol kesehatan (menggunakan masker, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan). Selain itu, untuk mendukung komunikasi kelompok dengan pihak-pihak tertentu, dilakukan pengadaan alat komunikasi (handphone) khusus untuk administrasi kelompok. 

Sampai saat ini, kelompok telok Bangko terus melakukan budidaya mangrove dari proses pencarian bibit, penanaman bibit dalam polybag, hingga penanaman bibit di area konservasi serta melakukan perawatan. Bahkan, sejak tahun 2020 kelompok telah mampu melayani permintaan bibit mangrove bagi pihak-pihak yang membutuhkan, dari lingkup perusahaan hingga pemerintahan. Adanya permintaan mangrove menjadi peluang ekonomi baru bagi kelompok untuk meningkatkan pendapatan.



« Back
© PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT)