Perhatian! Menginformasikan bahwa dalam proses Pengadaan, PT Pupuk Kaltim tidak pernah meminta sumbangan dalam bentuk apapun baik yang mengatasnamakan perusahaan, karyawan, manajemen ataupun direksi
 
 
 

Profil Unit Produksi

  • Pabrik-1A

    pabrik-1a

    Pabrik 1A merupakan gabungan POPKA dengan KPA. POPKA yang merupakan proyek optimasi Kaltim diresmikan pada 7 Juli 1999. POPKA merupakan pabrik Urea granul pertama di Indonesia. Setelah penandatanganan “Transfer Asset Agreement” pada 13 Maret 2014
    PT Pupuk Kaltim secara resmi mengambil alih pengoperasian PT Kaltim Pasifik Amoniak (KPA). Pabrik ini menggunakan proses Stamicarbon untuk Urea dan Haldor Topsoe untuk Amoniak.

    Kapasitas Produksi

    Urea 570.000 ton/tahun
    Ammonia 660.000 ton/tahun
  • Pabrik-2

    pabrik-2

    Pabrik-2, diresmikan pada Oktober 1984 dan menggunakan proses Kellog untuk amonia serta Stamicarbon untuk urea.

    Kapasitas Produksi

    Urea 570.000 ton/tahun
    Ammonia 595.000 ton/tahun
  • Pabrik-3

    pabrik-3

    Pabrik-3 diresmikan pada tanggal 4 April 1989. Pabrik dengan teknologi hemat energi ini menggunakan proses Haldor Topsoe untuk amonia dan Stamicarbon untuk urea.

    Kapasitas Produksi

    Urea 570.000 ton/tahun
    Ammonia 330.000 ton/tahun
  • Pabrik-4

    pabrik-4

    Unit urea Pabrik-4 diresmikan pada tanggal 3 Juli 2002 dan unit amonia Pabrik-4 diresmikan oleh Presiden RI pada tanggal 31 Mei 2004. Sama seperti POPKA, Pabrik-4 pun memproduksi urea granule. Pabrik ini menggunakan proses Haldor Topsoe untuk amonia dan Snamprogetti untuk urea.

    Kapasitas Produksi

    Urea 570.000 ton/tahun
    Ammonia 330.000 ton/tahun
  • Pabrik-5

    pabrik-5

    Pabrik 5 mulai dibangun pada 14 September 2011, diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo pada 19 November 2015. Pabrik ini menggunakan proses KBR-Purifier untuk Amoniak dan Toyo-Aces21 untuk Urea.

    Kapasitas Produksi

    Urea 1.150.000 ton/tahun
    Ammonia 825.000 ton/tahun
 









Layanan Pelanggan & Pengaduan