Selasa, 20 Nopember 2007 Subsudi Pupuk 2008 Meningkat

Jakarta (Media): Produsen pupuk memperkirakan subsidi pupuk untuk distribusi akan bertambah seiring naiknya harga minyak dunia. Apalagi distribusi pupuk untuk daerah-daerah terpencil membutuhkan biaya distribusi yang besar.
 “Saya pikir untuk gas kita tidak perlu khawatir karena kontraknya jangka panjang. Jadi kenaikan harga gas tidak akan berpengaruh signifikan pada harga gas yang sudah dikontrakkan,” ungkap Direktur Utama PT Pupuk Kalimantan timur (PKT) Hidayat Nyakman kepada Media Indonesia, kemarin.
 Hidayat menambahkan, perusahaannya saat ini memiliki rayon distribusi yang sangat luas. Dengan kewajiban distribusi pupuk bersubsidi untuk wilayah timur Indonesia, PKT juga memiliki kewajiban distribusi untuk sebagian Jawa Tengah dan Jawa Timur. Artinya, ongkos transportasi untuk distribusi bagi perusahaannya cukup besar.
 Kendati begitu, Hidayat mengingatkan untuk distribusi pupuk terutama sampai gudang pabrik ditanggung pemerintah melalui subsidi.
 Subsidi tersebut akan cair setelah produsen melaporkan distribusi pupuk atau dengan sistem reimburse.
 Hal yang sama diutarakan Direktur Pemasaran PT Pupuk Sriwijaya Bowo Kuntohadi, yang mengatakan kenaikan harga gas dunia tidak akan berpengaruh pada subsidi secara keseluruhan. Pasalnya, harga gas yang dipakai tetap harga yang ditentukan dalam kontrak. Meski begitu, harga kontrak tersebut memang akan lebih besar tiap tahun.
 “Subsidi tahun depan naik bukan karena migas naik, tapi karena harga gas 2008 lebih tinggi dari harga yang dibayar pada 2007,” tutur Bowo. (Toh/E-3)






Layanan Pelanggan & Pengaduan