Senin, 26 Oktober 2009 Pupuk Kaltim Merambah Industri Hilir CPO

KUTAI TIMUR, INVESTOR DAILY

Produsen pupuk dan petrokimia hulu, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), melakukan diversifikasi usaha ke sektor hilir minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). BUMN itu menggandeng PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIII untuk membentuk perusahaan joint venture, PT Kalimantan Agro Nusantara (Kalianusa).

Kalianusa menanamkan investasi awal sebesar Rp 600 miliar untuk pengadaan lahan CPO seluas 9.500 hektar (ha). Kepemilikan saham perusahaan patungan yang dibentuk pada 14 September 2009 itu didominasi PTPN XIII dengan porsi hingga 51%, sedangkan sisanya 49% milik Pupuk Kaltim.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Hidayat Nyakman mengatakan, Kalianusa menandai sinergi dua BUMN yang bergerak di sektor bisnis berbeda. Kalianusa merupakan bagian dari aksi diversifikasi usaha Pupuk Kaltim yang selama ini menggeluti bisnis petrokimia.

Menurut dia, Pupuk Kaltim dan PTPN XIII membidik perluasan lahan CPO hingga 10 kali lipat dalam jangka menengah. Dengan tambahan investasi hingga 10 kali lipat, Kalianusa diharapkan membuka peluang untuk merambah industri hilir CPO.

“Perluasan lahan menjadikan diversifikasi usaha baru ini bisa mencapai titik skala keekonomisan,” kata Hidayat usai Penanaman Perdana Sawit di Rantau Pulung, Kutai Timur, Kalimantan Timur, Minggu (25/10).

Investasi Kalianusa, lanjut dia, akan dibiayai dana internal dan pinjaman perbankan. “Untuk dana, saya kira bank-bank berpelat merah pasti mendukung,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur PTPN XIII Kusmandaru memperkirakan, rencana membidik industri hilir kemungkinan terealisasi jika produksi CPO mencapai 500 ribu ton per tahun dengan area 50 ribu ha. “Kalau belum mencapai titik itu, masih tanggung. Mungkin jangka menengah,” kata Kusmandaru.

Hidayat menjelaskan, industri hilir CPO yang ditargetkan dihasilkan antara lain produk turunan seperti oleokimia. Sedangkan biofuel saat ini masih belum menjanjikan mengingat harga CPO yang lebih tinggi dari minyak dunia. “Produk turunan CPO juga menghasilkan produk kimia yakni oleokimia,” paparnya.

Selain menggandeng PTPN XIII, lanjut dia, Pupuk Kaltim sedang menjajaki kerjasama dengan Mitsubishi. “Kami juga akan mengembangkan bisnis gasifikasi batubara dengan Mistubishi sekitar US$ 1,5 miliar. Prosesnya sudah hampir selesai tapi tergantung harga batubara. Kami berharap ada kebijakan khusus untuk itu. Ini merupakan bagian diversifikasi jangka panjang,” kata Hidayat. (eme)


Sumber : Investor Daily, 26 Oktober 2009






Layanan Pelanggan & Pengaduan