Kamis, 27 Oktober 2005 PKT Perluas Pasar Urea di Jateng

Surabaya: PT Pupuk Kalimantan Timur (Persero) Tbk akan memperluas pemasaran produk pupuk urea  bersubsidi ke Jawa tengah bagian timur, setelah BUMN itu mampu memasok kebutuhan Jawa Timur 695.776 ton.

Wilayah Jatim sejauh ini masih menjadi andalan pendistibusian urea PKT, meskipun BUMN tersebut juga diberikan tanggungjawab untuk memenuhi kebutuhan urea di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Direktur Pemasaran PT PKT Tbk, Ida Bagus Agra Kusuma mengatakan Jatim merupakan peringkat tertinggi dalam penyerapan urea produksi PKT, di mana volumenya didasarkan SK Menteri Pertanian No. 64/2005 mencapai 616.776 ton pada tahun ini.

PKT pada tahun ini telah menambah pasokan urea ke Jatim sebanyak 79.000 ton, menyusul melonjaknya kebutuhan urea di provinsi tersebut.  Sementara volume produksi PKT tahun ini mencapai 2,6 juta ton dari total kapasitas terpasang 2,9 juta ton.

Wilayah penyerap terbesar urea PKT berikutnya adalah Sulsel, Kalsel, NTB dan Bali sedangkan kebutuhan wilayah KTI lainnya tergolong kecil.

"Kami kini sedang merencanakan untuk melakukan perluasan pasar ke Jawa Tengah bagian timur, mengingat kebutuhan pupuk urea di wilayah itu tergolong besar, "ujar Agra kepada Bisnis, baru-baru ini.

Daya serap urea di beberapa daerah di KTI disebutkan menurun seperti  Kalsel dan Kalteng, sehingga distribusinya dialihkan sebagian ke Jatim yang konsumsinya naik.

Sementara itu harga eceran tertinggi (HET) pupuk urea bersubsidi di beberapa kabupaten di Jatim diketahui tidak bisa bertahan pada Rp 1.050 per kg, akibat membengkaknya biaya angkutan yang merupakan dampak kenaikan BBM per 1 Oktober.

Dirut PT Petrokimia Gresik Arifin Tasrif mengatakan tanggung jawab produsen pupuk urea bersubsidi hanya sampai lini IV (tingkat distributor), selanjutnya pengiriman ke tingkat konsumen terjadi penambahan biaya angkut yang dapat mendongkrak harga.

"Jarak antara gudang lini IV dan konsumen (petani) di Jatim rata-rata 30 km, maka HET urea bersubsidi di tingkat konsumen bisa di atas Rp 1.050 per kg akibat ada tambahan biaya angkut," ujarnya.

Kepala PT PKT wilayah Pemasaran Jatim Samsu Alamsah mengatakan harga pupuk urea bersubsidi produksi PKT di beberapa wilayah kabupaten di Jatim saat ini mencapai Rp 1.080 per kg, akibat kenaikan ongkos transportasi.(Adam A. Chevny-Bisnis Indonesia)

 






Layanan Pelanggan & Pengaduan