Rabu, 14 Januari 2009 Marching Band Bontang PKT, Juara 9 Kali Grand Prix

Akhir tahun 2008, bisa jadi, merupakan hadiah terindah bukan saja bagi PT Pupuk Kaltim (PKT), tapi juga bagi Kota Bontang. Tiada lain karena Marching Band Bontang PKT (MBBPKT) –yang merupakan olah raga binaan PKT dan didukung penuh oleh Pemerintah Kota Bontang-- berhasil memboyong kembali Piala Presiden RI untuk ke-9 kalinya, dalam final Gran Prix Marching Band ke-24, Istora Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, Minggu (28/12).

Kemenangan yang diraih semakin terasa lengkap setelah personel MBBPKT juga menang dalam kategori solo percution (atas nama Putra Ramadhan, siswa SMK Putra Bangsa, Bontang) dan solo ensamble brass.

MBBPKT yang diarsiteki oleh Rene Conwey, dengan anggota 130-an orang, nyaris semuanya pemain baru, dan 90 persen anggotanya merupakan siswa-siswai di sejumlah SLTP dan SLTA Kota Bontang (di luar PKT). Menurut manajer MBBPKT, Imam Ruhani, marching band asal Bontang, itu membawakan lima lagu yang semuanya di aransemen Rene, yakni Nessun Dorma, Paglacci, Santorini, Percussion Future, dan First Circle berhasil dibawakan dengan sangat memikat.

Sementara itu, Direktur Utama PKT Hidayat Nyakman yang dengan intens memberikan dukungan dan menyaksikan langsung penampilan MBB Bontang PKT, nyaris tidak pernah beranjak dari kursi penonton. ”Kemenangan ini adalah hadiah tahun baru bagi semua masyarakat Bontang,” katanya.

Pada masa silam, GPMB biasanya memang memperebutkan Piala Bergilir Ibu Tien Soeharto. Meskipun demikian. superioritas GPMB tetap saja, yakni menjadi lambang supremasi Marching Band tingkat nasional. Di ajang ini, semua unit-unit band (sebutan untuk unit marching band), berlomba-lomba dan memimpikan untuk menjadi Juara pada GPMB, atau setidaknya masuk sebagai Finalis GPMB.

Untuk itu, biasanya, unit-unit band yang pada GPMB tahun sebelumnya sudah menduduki posisi juara papan atas, pada GPMB akan mendapatkan wild card, sehingga mereka tidak perlu mengikuti lagi babak penyisihan, namun langsung tampil pada babak perempat final, atau semi final. Sementara bagi pendatang baru, mereka harus memulai dari babak penyisihan. Kalau memang unitnya berpenampilan bagus, maka unit band new comer itu akan terus hingga hari Final, yang artinya unit new comer (atau unit yang sudah lama menghilang, lalu come back to GPMB) harus tampil empat kali, dari hari penyisihan, hingga final.

Beberapa tahun lalu, GPMB sempat vakum, saat terjadi krisis moneter tahun 1998. Kemudian GPMB diselenggarakan lagi secara rutin pada tahun-tahun berikutnya, hingga sekarang. Saat ini, formatnya menjadi lebih ringkas, tidak lagi empat hari seperti sebelum krisis, menjadi tiga atau dua hari saja.

Lomba kemudian juga dibagi menjadi dua divisi, yaitu Divisi Sekolah dan Divisi Umum. Divisi Sekolah diikuti oleh unit-unit band yang personelnya adalah siswa-siswi sekolah; sedangkan Unit Umum diikuti oleh unit-unit band yang personel nya atau unitnya berasal/mewakili keanggotaan yang lebih luas dari siswa sekolah, misalnya disertai oleh alumni, atau marching band yg berasal dari lingkungan universitas dan perusahaan, baik swasta, BUMN, maupun pemerintah daerah (Pemda).

Harus diakui, kalau sejenak kita mundur ke belakang, GPMB telah memunculkan unit-unit legendarisnya. Yang cukup terkenal, ebberapa di antaranya MB Korps Putri Tarakanita dan MB Putri Santa Ursula, dari Divisi Sekolah. Kedua MB tadi, pada tahun-tahun awal GPMB, menguasai kepiawian bermain MB, yang notabene semua pemainnya puteri.

Lalu kita kenal juga MB Buldozer (unit ini adalah MB milik Departemen Pekerjaan Umum waktu itu), MB Gita Teladan dari SMA 3 Teladan, Jakarta.

Belakangan muncul legenda-legenda baru, yaitu MB Bontang PKT yang fenomenal dan bisa dibilang sebagai trend setter MB di Indonesia. Juga MB Bahana Cendana Kartika (baik BCK Duri maupun BCK Riau) yang berasal dari yayasan pendidikan milik PT Caltex, Riau. Juga MB Semen Gresik dan MB Semen Padang. Dari lingkungan universitas, muncul nama-nama baru yang juga menanjak, MB Madah Bahana UI.

Hasilnya MMBPKT berhasil mengumpulkan poin 85,18 sementara rival terberatnya Semen padang meraih poin 84,35., dan di tempat ketiga diraih Marching Band Bina Caraka Jakarta dengan raihan poin 80,62.

”Kemenangan yang luar biasa dan benar-benar indah juga sangat mendebarkan,” kata Rene.

MBBPKT yang sebelumnya berlatih 3 bulan sebelum lomba dan 10 hari Training Center (TC) untuk memantapkan persiapan. Setelah di Jakarta, mereka latihan di Markas Besar (Mabes) TNI di Cilangkap. Pemain MB PKT yang berlaga di Jakarta 90 persen merupakan putra-putri warga Bontang yang bukan karyawan PKT Bontang.

Prestasi MBB Bontang PKT

  • 9 Kali Juara Grand Prix MB (1995, 1996, 1997, 2000, 2001, 2004, 2007 dan 2008).
  • Penghargaan Sudler Shield Award dari World Association of Marching Show Bands (WAMSB) 1998.
  • Band of The Year dari WAMSB 2001
  • Tampil di Istana Negara dan disaksikan langsung Presiden 2003 dan 2005.
  • Peringkat 3 Kuala Lumpur World Marching Band Competition 2007.
  • Tampil di PON ke-XVII Kaltim 2008.





Layanan Pelanggan & Pengaduan