Perhatian! Menginformasikan bahwa dalam proses Pengadaan, PT Pupuk Kaltim tidak pernah meminta sumbangan dalam bentuk apapun baik yang mengatasnamakan perusahaan, karyawan, manajemen ataupun direksi
 
Jum'at, 09 Desember 2016 HUT Ke-39, Pupuk Kaltim Menurunkan Terumbu Buatan dan Menebar Bibit Ikan Kerapu

Masih dalam rangka memperingati HUT Ke-39, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melakukan penebaran 4.000 bibit ikan kerapu di keramba nelayan Tanjung Limau dan penurunan 500 terumbu buatan di perairan Tobok Batang pada Kamis (8/12). Acara ini dibuka oleh Direktur SDM dan Umum Pupuk Kaltim Meizar Effendi. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Perikanan, Kelautan dan Perikanan Bontang, Dewan Komisaris Pupuk Kaltim beserta jajaran Direksi dan Manajemen Pupuk Kaltim.

 

 bibit kerapu

Pelepasan 4.000 bibit ikan Kerapu Cantik pada peringatan HUT Ke-39 Pupuk Kaltim di Keramba Nelayan Tanjung Limau pada Kamis (8/12)

Dalam sambutannya, Meizar mengatakan bahwa Pupuk Kaltim akan terus berupaya untuk meningkatkan sinergi dengan Pemkot Bontang dalam meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir. Sinergi di bidang pengembangan pesisir sangatlah tepat mengingat pasokan gas alam yang merupakan sumber daya alam  yang  tidak  dapat  diperbarui  bisa  saja  habis. “Agar Bontang tidak menjadi kota mati yang ditinggalkan oleh penduduknya, diharapkan budidaya ikan kerapu dan terumbu buatan Pupuk Kaltim menjadikan Bontang sebagai Kota Bahari yang diperhitungkan di Indonesia, bahkan di dunia,” kata Meizar.

 

Meizar juga menjelaskan bahwa Pupuk Kaltim terus berkomitmen untuk menjaga ekosistem laut melalui program CSR dan CSV dan berkomitmen untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir dengan mengembangkan berbagai program kemaritiman. Salah satunya adalah dengan menebar 4.000 bibit ikan kerapu di keramba nelayan Tanjung Limau. Jenis ikan kerapu yang akan dibudidayakan adalah Kerapu Cantik, persilangan antara Kerapu Macan dengan Kerapu Tikus. Program ini juga merupakan bentuk dukungan Pupuk Kaltim terhadap program Creative City Pemkot Bontang.  “Kami meyakini bahwa konsep CSV menjadi solusi konkrit dan terkini bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Meizar.

 

Program budidaya ikan kerapu dirasa tepat mengingat peluang ekspor kerapu yang sangat menjanjikan. Produksi ikan kerapu yang ada saat ini hanya sekira 6-10 ton per bulan sedangkan peluang untuk ekspor yaitu sekira 20 ton per bulan (sesuai kapasitas minimal kapal asing yang bisa sandar di pelabuhan Bontang). Program budidaya ikan kerapu dimulai dengan memberangkatkan masyarakat Bontang untuk mengikuti Pelatihan dan Pemagangan Budidaya Ikan Kerapu dan Lobster di Panimbangan Tanjung Lesung Banten pada akhir November lalu. Peserta pelatihan dilepas oleh Direktur Produksi Pupuk Kaltim Bagya Sugihartana. Tujuan diadakannya pelatihan ini adalah untuk memberdayakan masyarakat pesisir sehingga menjadi berdaya dan mandiri, menciptakan tenaga terdidik dan berpengalaman dalam budidaya perikanan serta untuk menarik investor agar mau berinvestasi di Bontang selain investasi bisnis berbasis gas atau sumber daya alam yang tidak dapat  diperbarui.

 

 terumbu

Penurunan  500 Terumbu Buatan di Perairan Tobok Batang pada peringatan HUT Ke-39 Pupuk Kaltim di Keramba Nelayan Tanjung Limau pada Kamis (8/12)

Selain menebar bibit ikan kerapu, Pupuk Kaltim juga melakukan penurunan 500 terumbu buatan di perairan Tobok Batang yang bekerjasama dengan Pupuk Kaltim Diving Club dan nelayan Bontang Kuala. Program ini merupakan komitmen Perusahaan dengan Pemkot Bontang untuk memperbaiki ekosistem laut di perairan Tobok Batang. Selain berdampak positif bagi ekosistem laut, program ini juga berdampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat karena proses pembuatan terumbu buatan dilakukan oleh masyarakat Guntung dan penurunan terumbu buatan dilakukan oleh nelayan Bontang Kuala. Begitu pula dengan monitoring, Pupuk Kaltim juga mengajak masyarakat nelayan kota Bontang untuk bersama memantau terumbu buatan yang rutin dilaksanakan setiap tiga bulan.

 

Program penurunan terumbu buatan yang dilakukan oleh Pupuk Kaltim telah dimulai sejak 2009 dan akan terus dilakukan hingga 2022 secara bertahap. Hingga Desember 2016, sebanyak 4.000 terumbu telah diturunkan.

 

Meizar berharap program-program ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Keberhasilan dari pelaksanaan program-program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengurangi angka pengangguran di kota Bontang serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. “Kami berharap program ini dapat menciptakan SDM yang dapat memberikan kontribusi di kota Bontang, peserta dapat berhasil dalam usahanya serta dapat dijadikan contoh bagi masyarakat Bontang dalam meningkatkan ekonomi dan mengembangkan pasar lokal maupun nasional,” kata Meizar. (nav)






Layanan Pelanggan & Pengaduan