Perhatian! Menginformasikan bahwa dalam proses Pengadaan, PT Pupuk Kaltim tidak pernah meminta sumbangan dalam bentuk apapun baik yang mengatasnamakan perusahaan, karyawan, manajemen ataupun direksi
 
Senin, 05 Desember 2016 Dukung Program Creative City, Melalui CSV Pupuk Kaltim Gelar Pelatihan Budidaya Ikan Kerapu dan Lobster di Banten

Untuk mendukung terwujudnya salah satu program Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, yaitu Creative City, Pupuk Kaltim berkomitmen untuk turut berperan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir dengan mengembangkan kemaritiman, yaitu budidaya pesisir, wisata alam, pengembangan dan pengemasan produk hasil laut dan lain sebagainya. Untuk mewujudkannya, selain melakukan berbagai program CSR, saat ini Pupuk Kaltim juga sedang menerapkan konsep CSV (Creating Shared Value) bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar Perusahaan. Pupuk Kaltim meyakini bahwa konsep CSV menjadi solusi konkrit dan terkini bagi masyarakat, lingkungan dan tentu memberikan manfaat pula bagi Perusahaan.

KERAPU

Fokus CSV Pupuk Kaltim saat ini adalah program Budidaya Ikan Kerapu dan Lobster. Rabu (30/11) bertempat di Pujasera Koperasi Karyawan Pupuk Kaltim, Direktur Produksi Pupuk Kaltim Bagya Sugihartana melepas para peserta yang akan melaksanakan Pelatihan dan Pemagangan Budidaya Ikan Kerapu dan Lobster di Panimbangan Tanjung Lesung Banten. Acara pelepasan dikemas dengan santai dan bersahaja. Sambil makan malam, Bagya berdiskusi ringan dengan penyelenggara dan para peserta. Turut hadir dalam acara tersebut Staf Dinas Perikanan, Kelautan dan Pertanian Kota Bontang Syamsu Wardi, GM Umum Pupuk Kaltim Nur Sahid, GM Teknologi Pupuk Kaltim Sri Mukartiningsih, Anggota Tim CSV Pupuk Kaltim dan Staf Humas Pupuk Kaltim.

Tujuan diadakannya pelatihan budidaya ikan kerapu dan lobster adalah untuk memberdayakan masyarakat pesisir sehingga menjadi berdaya dan mandiri, menciptakan tenaga terdidik dan berpengalaman dalam budidaya perikanan serta untuk menarik investor agar mau berinvestasi di Bontang selain investasi bisnis berbasis gas atau sumber daya alam yang tidak dapat  diperbarui. Pelatihan ini diikuti oleh 10 orang masyarakat Bontang dari Malahing, Lhoktuan, Bontang Baru, Gunung Elai, Guntung, Berbas Pantai, Belimbing dan Bontang Kuala.

Menurut Bagya, Pupuk Kaltim akan terus berupaya untuk meningkatkan sinergi dengan Pemkot Bontang dalam meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir. Menurut Bagya, sinergi di bidang pengembangan pesisir sangatlah tepat mengingat pasokan gas alam yang merupakan sumber daya alam  yang  tidak  dapat  diperbarui  bisa  saja  habis. “Agar Bontang tidak menjadi kota mati yang ditinggalkan oleh penduduknya, diharapkan budidaya ikan kerapu menjadikan Bontang sebagai Kota Bahari yang diperhitungkan di Indonesia, bahkan di dunia,” kata Bagya. Bagya juga berharap program CSV Pupuk Kaltim mampu memberikan manfaat kepada semua pihak.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Pakan, Bibit dan Budidaya Tim CSV Pupuk Kaltim Marsidik Suharianto mengatakan bahwa program budidaya ikan kerapu dirasa tepat mengingat peluang ekspor kerapu yang sangat menjanjikan, dimana produksi ikan kerapu yang ada saat ini hanya sekira 6-10 ton per bulan sedangkan peluang untuk ekspor yaitu sekira 20 ton per bulan (sesuai kapasitas minimal kapal asing yang bisa sandar di pelabuhan Bontang). Begitu juga dengan lobster, peluang untuk mengembangkan lobster di Bontang juga sangat besar mengingat belum ada nelayan budidaya lobster di kota Bontang dan harga jual lobster juga sangat tinggi, sekira 3 hingga 4 kali dari harga ikan kerapu.

“Kami berharap program-program ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Keberhasilan dari pelaksanaan program-program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengurangi angka pengangguran di kota Bontang serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” kata Marsidik. Selain itu, kata Marsidik, program-program ini juga untuk  menjadikan Pupuk Kaltim sebagai pusat pembelajaran budidaya perikanan selain industri petrokimia.

Marsidik berharap peserta pelatihan dapat menyerap seluruh ilmu dan pelajaran dengan baik sehingga dapat menerapkan hasil dari pelatihan ini di lingkungan masing-masing serta dapat membuka usaha secara mandiri. “Kami berharap dari program ini dapat menciptakan SDM yang dapat memberikan kontribusi di kota Bontang, peserta dapat berhasil dalam usahanya serta dapat dijadikan contoh bagi masyarakat Bontang dalam meningkatkan ekonomi dan mengembangkan pasar lokal maupun nasional,” tutup Marsidik. (nav)






Layanan Pelanggan & Pengaduan