Ukur Kompetensi Karyawan, Pupuk Kaltim Gelar LET Batch IV

04 Mei 2018

Penyesuaian kompetensi serta kemampuan karyawan dalam mengisi sebuah posisi dan jabatan, menjadi perhatian khusus PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) guna mendorong performa perusahaan agar lebih maksimal. Upaya tersebut dilaksanakan dengan kembali menggelar Workshop Leadership Endurance Test (LET) angkatan 4, bagi karyawan grade 1 dan 2 di lingkungan perusahaan. Workshop berlangsung selama 2 hari, di ruang Pirus Hotel Grand Equator Bontang. Mulai Rabu, 2 Mei 2018.

Bekerjasama dengan PT Dirga Cahya Abadi Anugrah, workshop diikuti 30 peserta. Masing-masing 15 karyawan grade 1A dan 1B, serta 15 karyawan grade 2. Dipandu 4 assessor, dengan arahan langsung founder dan master LET M Said Didu. Melalui kegiatan ini, nilai lebih (value) seluruh peserta akan diukur sesuai kemampuan dan kompetensi yang dimiliki. Terutama daya tahan (endurance) dalam menghadapi tekanan pada suatu persoalan, sekaligus menemukan solusi dari hal tersebut.

"Bagaimana daya tahan dan upaya kita dalam menghadapi persoalan, menjadi fokus utama workshop ini. Seperti halnya kemampuan serta ketahanan dalam menghadapi stakeholder maupun rekanan," ujar General Manager SDM Pupuk Kaltim Saifullah Lasindrang, saat pembukaan kegiatan.

Hasil workshop ini kata dia, akan menjadi acuan manajemen dan Direksi, dalam menilai performa karyawan untuk rotasi dan promosi jabatan. Khususnya bagi grade 1A, diluar 12 indikator kompetensi assessment yang disyaratkan Kementerian BUMN. "Maka dari itu, kami harap agenda ini bisa diikuti dengan baik dan serius. Agar mencapai hasil maksimal seperti yang diharapkan," tambah Saifullah.

Sementara Direktur Utama PT Dirga Cahya Abadi Anugrah Yanti Febriana Anggiesta, mengatakan pihaknya akan memberikan 4 tools (metode) penilaian endurance bagi seluruh peserta, yang sesuai rekomendasi dan penilaian sejumlah guru besar dari 4 Universitas terkemuka di Indonesia. Metode tersebut juga telah diterapkan pihaknya selaku asesor, di hampir seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang melaksanakan LET.

Dirinya menyebut, kemampuan karyawan dalam menghadapi tekanan tanpa menimbulkan stres berlebih dan mampu mencari solusi terbaik dari persoalan yang dihadapi, menjadi ukuran penilaian assessor. Dan hasil itulah yang kemudian direkomendasikan kepada Pupuk Kaltim, untuk penempatan karyawan pada posisi yang sesuai kemampuan.

"Endurance adalah bagian dari kompetensi dan menjadi value karyawan. Sebab ini berkaitan dengan psikologi personal, saat menghadapi berbagai tekanan," ucapnya. Daya tahan dan kemampuan lanjut Yanti, akan sangat berpengaruh pada capaian kinerja. Sehingga menjadi dasar penempatan karyawan pada bidang yang sesuai (job matching), agar hasil yang didapatkan selaras dengan target perusahaan.

Apalagi banyak karyawan dengan kompetensi tinggi, kadang cepat menyerah saat berinteraksi dengan berbagai tekanan. Baik tekanan dari risiko bisnis maupun internal. Seperti target perusahaan, persaingan bisnis, lingkungan usaha dan sebagainya. "Makanya perlu ada job matching antara kompetensi dengan posisi jabatan. Agar peserta mencapai taraf value, berdasarkan capaian di posisi saat ini," terangnya. (*/vo/nav)


Download:

    Pahami Sektor Jasa Keuangan, OJK Edukasi Ratusan Karyawan Pupuk Kaltim

    NEXT PAGE

    SNI AWARD
    PLATINUM

    PROPER
    EMAS

    INDUSTRI
    HIJAU LV.5