Pahami Sektor Jasa Keuangan, OJK Edukasi Ratusan Karyawan Pupuk Kaltim

03 Mei 2018

Pemahaman akan kegiatan sektor jasa keuangan menjadi salah satu hal penting untuk diketahui, khususnya bagi karyawan di lingkungan Pupuk Kaltim. Sebagai langkah antisipasi, agar tidak dirugikan suatu produk investasi yang belum diketahui kejelasannya. Atas dasar itu, Pupuk Kaltim menggelar edukasi keuangan bagi ratusan karyawan, bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra). Berlangsung di Ruang Mahoni Kantor Pusat Pupuk Kaltim. Kamis, 3 Mei 2018.

Melalui 3 materi yang dipaparkan narasumber dari Bank Indonesia Kalimantan Timur, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Pegadaian. Menjadi sarana efektif memahami secara detil lembaga dan produk jasa keuangan berizin resmi OJK, serta manfaat maupun risiko dalam suatu investasi.

Dijelaskan General Manager Administrasi dan Keuangan Pupuk Kaltim Suharsono, kegiatan ini juga sebagai pengetahuan tambahan, yang dinilai penting untuk dipahami seluruh insan perusahaan. Khususnya agar tidak salah langkah saat melakukan investasi mandiri pada suatu program lembaga keuangan, yang kadang memberi promosi menggiurkan. Namun tidak sesuai dalam penerapannya. "Semoga karyawan dapat memahami itu semua, baik manfaat maupun risiko yang timbul dari kegiatan tersebut," ujarnya.

Selain itu, edukasi ini pun diharap memberi gambaran tentang pengelolaan keuangan dengan baik dan benar, sehingga bisa diaplikasikan melalui kinerja karyawan yang berhubungan langsung dengan keuangan dan investasi perusahaan. "Kami harap dengan kegiatan ini pemahaman kita juga semakin baik tentang sektor keuangan, terutama yang dikelola OJK," tandasnya. 

Berdasarkan Undang-undang nomor 21 tahun 2011, OJK dibentuk agar seluruh kegiatan sektor jasa keuangan bisa terselenggara secara teratur, adil, dan akuntabel. Sehingga sistem keuangan tumbuh secara berkelanjutan dan stabil, serta mampu melindungi masyarakat selaku konsumen. Disamping mewujudkan industri jasa keuangan sebagai pilar perekonomian nasional yang berdaya saing global, serta memajukan kesejahteraan umum

Dalam mengimplementasikan tujuan yang diamanahkan tersebut, Kepala OJK Kaltimra Dwi Ariyanto, menyebut pihaknya terus memaksimalkan peran sesuai tugas dan fungsi, melakukan pengaturan serta pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan. Mulai sektor perbankan, pasar modal, hingga industri keuangan non-bank (IKNB). Sekaligus memberi edukasi bagi masyarakat, agar produk sektor jasa keuangan bisa dipahami dengan benar.

Seperti kegiatan ini, untuk meningkatkan pemahaman tentang maksud dan tujuan dari berbagai produk sektor jasa keuangan. Utamanya  menganalisis seluruh risiko maupun manfaat dari produk yang ditawarkan. "Disinilah peran OJK, membantu masyarakat dalam hal pengelolaan keuangan dengan baik. Serta mengetahui sektor jasa keuangan yang mengantongi izin resmi tiap produk yang ditawarkan," ungkapnya.

Jika merujuk survei literasi keuangan OJK, pemahaman masyarakat tentang sektor jasa keuangan di Indonesia masih terbilang rendah. Dan berpotensi dimanfaatkan sejumlah pihak untuk mencari keuntungan dari kondisi tersebut. Hal itu kata Dwi, membuat pihaknya berupaya maksimal memberi edukasi seluruh lapisan masyarakat. Agar bisa memilah dengan baik sektor jasa keuangan yang terjamin, dan berizin sesuai pengelolaan OJK.

"Sekarang ini banyak perusahaan yang menawarkan produk investasi, tapi kadang tidak rasional. Bahkan kecenderungan menggaet publik figur untuk promosi. Itu patut diwaspadai, apalagi jika perusahaan itu tidak memiliki izin OJK," tambahnya. Maka masyarakat pun diminta lebih proaktif, terutama dalam memilah sektor jasa keuangan yang sesuai perizinan OJK, agar terhindar dari berbagai bentuk investasi fiktif dan merugikan. (*/vo/nav)


Download:

    Musang Sepakat 2018, Alfin Fadlan Terpilih Jadi Ketua Baru

    NEXT PAGE

    SNI AWARD
    PLATINUM

    PROPER
    EMAS

    INDUSTRI
    HIJAU LV.5